Era Demokrasi, yah klo denger kata2 ini, yg kita inget adlh demokrasi itu bebas, lepaas, tidak ada lagi bayang2 akan dibredel, diintai sm intelijen layaknya era orde baru kala itu, setiap warga negara diberikan kebebasan dalam menyampaikan pendapat, sudah menjadi hak dan bahkan dilindungi secara konstitusi. bagi kita yang tinggal dijakarta, mungkin sudah sering kali melihat, aksi2 unjukrasa, demonstrasi, baik yg berskala kecil hingga berskala besar, melibatkan ribuan orang untuk turun kejalan, long march di sudut2 jalan ibukota, dan lain sebagainya, tentu hal ini menjadi suatu fenomena tersendiri ditengah-tengah masyarakat kita.
kalau kita melihat histori sejarah kita keblakang, memang, Indonesia yang sekarang ini, tak lepas dari banyak hal seperti, aksi 98, dimana Rezim Otoriter Soeharto berhasil digulingkan melalui tekanan massa sehingga MPR dan DPR memutuskan untuk meminta Presiden Soeharto turun dari jabatannya, dan digantikan Oleh BJ. Habibie, tentu ini mjd kisah spektakuler bagi bangsa ini, setelah terkekang dalam sistem pemerintahan otoriter, akhirnya Indonesia lepas dan bebas menentukan masa depannya, tanpa harus disetir oleh seorang diktator. kini, 14 Tahun berlalu, Indonesia masih belum memiliki banyak kemajuan,. tentu hal ini tidak bisa dibandingkan dengan keadaan dimana ketika soeharto masih menjabat, Presiden SBY, Presiden pertama yang dipilih oleh Rakyat melalui pemilihan umum di tahun 2004, menjabat hingga 2 periode, dianggap gagal dalam mengemban Amanah Rakyat, tekanan dari banyak pihak pun disuarakan, baik melalui media masa, televisi, internet, hingga aksi-aksi unjukrasa di banyak tempat, tentu ini menjadi sesuatu yang wajar dalam suasana demokrasi, Konstitusi memberikan kebebasan kepada setiap warga negaranya utk berpendapat, luar biasa, inilah kenikmatan demokrasi.
Tapi yang menjadi permasalahan adalah, Dampak dari adanya unjukrasa ato aksi-aksi massa seperti ini, disaat kebebasan yang ditawarkan di era demokrasi seperti ini sudah menjadi hal yg lumrah, akan tetapi apakah cara-cara seperti itu, masih efektif dan cerdas ??? Era 98 tak akan bisa dulang kembali, mungkin sih bisa, tapi apa kita ingin seperti itu, harus dengan kerusuhan, anarkisme,. perampokan dimana-mana, kekacauan terjadi mulai dari IBukota hingga ke daerah, kerugian negara akibat aksi-aksi anarkisme,.nilainya tidak sedikit, dari segi sosial, banyak rakyat menderita yang terpaksa berbuat kriminal demi mempertahankan kehidupan, tentu masa-masa era 98 sangat tidak diharapkan oleh kita, orang2 yang masih waras dan memiliki akal sehat, di beberapa waktu terakhir ini, aksi-aksi unjukrasa selalu berakhir ricuh, korban berjatuhan, dan hasilnya menjadi saling menyalahkan, mau dibawa kemana bangsa ini, tentu ini yang harus menjadi perhatian lebih dari kita, Mahasiswa yang sejatinya menjadi tonggak utama Generasi penerus bangsa, yang diharapkan mampu menciptakan hal-hal baru yang berguna bagi kelangsungan hidup masyarakat, justru disibukkan dengan orasi-orasi, teriakan-teriakan kekecewaan terhadap sistem pemerintahan yang seperti skrg ini, bisa jadi tidak hanya mahasiswa, bahkan rakyat secara keseluruhan mungkin tidak puas dengan kondisi yang ada, tapi, bukankah akal harus dipergunakan, adakah cara lain yang bisa ditempuh untuk menekan penguasa agar berbuat lebih baik lg untuk rakyat, tidak harus turun kejalan, memblokir jalan tol, merusak fasilitas umum, aksi jahit mulut sbg simbol mogok makan, memaksa orang lain utk ikut ber unjukrasa, apakah ini sebuah aksi yg cerdas, menurut saya sangat tidak sama sekali, kerugian justru yang rimbul dengan adanya aksi-aksi sperti itu, berapa banyak ambulance yang nyaris tidak bsa bergerak akibat terjebak kemacetan karena ulah para demonstran yang memblokir jalan, artinya, banyak pasien kritis, koma, sakit dll yang tidak bisa segera ditangani secara medis krn buruknya kondisi lalu lintas saat itu, kalau meninggal, siapa yang bertanggung jawab, andakah para demonstran, sungguh sangat tragis, carilah cara lain agar aspirasi positif tersebut bisa sampai ke penguasa, tentu demokrasi yang santun dan ber etika, itu yang harus dikedepankan, semoga Indonesia segera dibebaskan dari keterpurukan. Amien.